Sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme insan pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang bersama Lembaga Uji Pikiran Rakyat menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) pada 20–21 Oktober 2026. Bersinergi dengan Badak LNG, kegiatan berlangsung di Badak LNG Learning Centre (BLC) dan diikuti oleh 28 wartawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Dalam pelaksanaannya, terdapat 11 materi yang diujikan untuk mengukur kompetensi peserta dalam menjalankan tugas jurnalistik. Materi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari simulasi rapat redaksi, merancang usulan liputan, praktik wawancara doorstop, wawancara tatap muka, menyunting berita, hingga uji pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).
UKW kali ini mencakup jenjang wartawan muda dan madya. Berdasarkan hasil ujian, sebanyak 19 peserta dinyatakan kompeten, sedangkan sembilan peserta lainnya belum memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Salah satu peserta, Rezwan, mengaku sempat meragukan kemampuannya dalam menghadapi UKW. Meski begitu, pembekalan dan masukan dari panitia membantunya memahami materi yang diujikan.
“Kesan saya selama di sini, awalnya ada keraguan untuk tidak lulus, karena rapat redaksi pun jarang saya ikuti di tempat saya. Sebenarnya saya juga kurang paham terhadap materi-materi ini, tapi alhamdulillah berkat pembekalan dari panitia, akhirnya ada masukan-masukan,” ungkapnya.
Pengalaman peserta selama UKW menjadi bahan evaluasi bagi PWI Bontang untuk memperkuat pembinaan wartawan. Ketua PWI Bontang, Kusnadi menyampaikan bahwa pengalaman meliput di lapangan perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap proses kerja jurnalistik lainnya. Hal ini penting agar wartawan tidak hanya terampil mengumpulkan informasi, tetapi juga memahami kaidah jurnalistik serta mematuhi aturan pers yang berlaku.
“Saya atas nama PWI Bontang mengucapkan terima kasih banyak kepada peserta yang telah mengikuti proses ini selama dua hari. Kami melihat ada yang merasa tertekan, pusing, dan bingung. Ini menjadi PR bagi kami untuk lebih sering berdiskusi dan mengadakan coaching-coaching kecil di internal PWI,” jelas Kusnadi.
Sementara itu, perwakilan Lembaga Uji Pikiran Rakyat, Wiwid Marhaendra Wijaya mengapresiasi PWI Bontang dan Badak LNG atas dukungan selama pelaksanaan UKW.
“Uji kompetensi wartawan ini sudah beberapa kali PT Badak memberikan kepada PWI Bontang. Kami apresiasi, mungkin sudah berapa puluh wartawan yang kompeten melalui uji kompetensi wartawan di sini. Saya juga sudah beberapa kali ke ruangan ini, kemudian juga ada di Knowledge House.”
Wiwid juga memberikan semangat kepada peserta yang belum memenuhi standar kompetensi agar memanfaatkan hasil evaluasi sebagai bekal untuk mengikuti ujian kembali.
“Saya ucapkan terima kasih kepada yang sudah kompeten. Kemudian, yang belum kompeten nanti bisa diulang kembali. Saya percaya dalam enam bulan ke depan bisa kompeten, karena sudah tahu di mana letak kekurangannya,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Manager CSR & Relations Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo. Menurutnya, hasil UKW dapat menjadi dorongan bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan profesionalisme sebagai wartawan.
“Jangan berkecil hati bagi yang belum berkompeten. Jadikan ujian ini sebagai kesempatan untuk menjadi lebih profesional sesuai bidangnya,” pesannya.
Ia juga menyampaikan agar pelaksanaan UKW dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para wartawan, sejalan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) Badak LNG.
“Ujian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi teman-teman. Hal ini sejalan dengan CSR kami yang mengutamakan keberlanjutan dan dampaknya. Teman-teman yang memiliki kualifikasi diharapkan bisa berkelanjutan untuk mencari pekerjaan sebagai wartawan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan UKW ini, para wartawan didorong untuk terus meningkatkan kompetensi dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta sesuai dengan aturan yang berlaku. Sinergi antara PWI Bontang, Lembaga Uji Pikiran Rakyat, dan Badak LNG menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya pers yang berkualitas dan bertanggung jawab kepada masyarakat.