ID EN
Solutions
Back to CSR
Menciptakan Petani Muda Berdaya Saing dari Bontang Agriculture Academy
CSR
18 June 2026

Menciptakan Petani Muda Berdaya Saing dari Bontang Agriculture Academy

18 June 2026
129 views

Bontang Program pelatihan petani muda, hasil kolaborasi PT Badak NGL (Badak LNG) dan PT Kaltim Nitrate Indonesia (PT KNI) bernama Bontang Agriculture Academy resmi dimulai pada Rabu, 17 Juni 2026, di Knowledge House, Jl. Brigjen Katamso, Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang.

Program ini merupakan upaya mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian di tengah tantangan ketahanan pangan, khususnya di Kota Bontang. Para peserta telah melalui proses seleksi yang dibuka pada Mei 2026 lalu. Seluruh peserta merupakan masyarakat Kota Bontang dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun.

Sebanyak 15 peserta yang telah terpilih akan mendapatkan pembinaan intensif selama satu tahun untuk menjadi generasi baru di sektor pertanian terpadu dan berkelanjutan. Program yang juga dipandu oleh Trainer Dwi Dally ini diawali dengan workshop pembekalan selama 3 hari sebagai dasar pengetahuan, sebelum peserta terjun langsung ke lapangan untuk menjalani praktik pendampingan serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Pjs. Manager CSR & Relations PT Badak NGL, Syuhril,  menyampaikan bahwa program ini mencerminkan harapan besar terhadap peran generasi muda dalam memajukan sektor pertanian di Kota Bontang.

“Melalui pelatihan Bontang Agriculture Academy ini, kita bersama-sama berharap dapat mendukung program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan memastikan kelangsungan hidup masyarakat di Bontang,” kata Syuhril.

Sementara itu, Government, Community Relations, & General Affairs Department Head PT Kaltim Nitrate Indonesia, Rheza Zacharias, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mencetak generasi muda yang tidak hanya tertarik, tetapi juga mampu mengelola lahan pertanian secara optimal di Kota Bontang.

“Tujuan kami melalui kerja sama antara KNI dan Badak LNG adalah untuk mencetak generasi muda yang mencintai serta mampu mengelola lahan pertanian, khususnya yang bisa dikembangkan di Bontang. Kami juga melihat antusiasme yang tinggi dari generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian,” ujar Rheza

Pada 3 hari pertama program, peserta dibekali dengan pemahaman dasar mengenai kegiatan bercocok tanam, termasuk teknik menanam yang efektif secara mandiri. Pada hari kedua, seluruh peserta diajak langsung ke lapangan untuk praktik membuat dan merapikan bedeng sebagai persiapan lahan tanam. Selanjutnya, pada hari ketiga, peserta tidak hanya melanjutkan pembuatan bedeng, tetapi juga belajar membuat pupuk kompos secara mandiri sebagai bagian dari pengelolaan nutrisi tanaman.

Setelah menguasai dasar-dasar tersebut, peserta akan melanjutkan ke tahap penanaman berbagai jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai jual di Kota Bontang. Dalam proses ini, peserta tidak hanya belajar menanam dan merawat tanaman, tetapi juga dibekali kemampuan untuk memasarkan hasil panen agar berdaya dari aspek pengembangan ekonominya.

Dengan demikian, program ini bertujuan membentuk peserta menjadi petani muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.